Is This For Real ? - How to Open Chakras, Avatar Version

July 4th, 2008 by cyberwise
  1. First is the Earth Chakra, located at the base of the spine. It
    deals with survival, and is blocked by fear. Let your greatest
    fears become clear to you. You may be concerned for your survival,
    but you must let those fears go.
  2. Next is the Water Chakra, located at the…I’d rather not say
    it. It deals with pleasure, and is blocked by guilt. Look at the
    guilt from your past that burdens you. Let them go, or they will
    poison your energy. Meditate and realize that these things happened
    for a purpose.
  3. Next is the Fire Chakra, located at the stomach. It deals with
    willpower, and is blocked by shame. Recognize the biggest
    dissapointments in yourself, and what you are ashamed of. Accept
    that these things happened.
  4. Now is the Air Chakra, located at the heart. It deals with
    love, and is blocked by grief. Lay all of your grief out in front
    of you. If you have lost someone close, you must realize love is a
    form of energy, and it swirls all around us. The love is still in
    your heart, and can be reborn in the shape of new love.
  5. Next is the Sound Chakra, located at the throat. It deals with
    truth, and is blocked by lies. The lies we tell ourselves. You must
    not lie about your own nature. Accept who you are.
  6. Up next: the Light Chakra, located at the forehead. It deals
    with insight, and is blocked by illusions. The biggest illusion of
    all is the illusion of separation. Things we think are separate are
    actually one and the same. Like the nations of the world: we are
    all one people, but we live as if divided.
  7. Last is the Thought Chakra, located at the crown of the
    forehead. It deals with pure cosmic energy, and is blocked by
    earthly attatchments. Meditate on what attatches you to this world.
    Let your emotions flow and be forgotten. You must unlock this
    chakra to gain your energy from the universe.
  8. Congratulations! You’ve unlocked all of the chakras! Now go
    show that Fire Lord Ozai who’s the boss!

adapted from : Avatar - The Last Air Bender :D

LOVE - B

March 6th, 2008 by cyberwise

Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang? ke arah kumpulan
manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang
dia berkata:

Pabila? cinta menggamitmu, ikutlah ia
Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam
Pabila ia mengepakkan sayapnya,
Engkau serahkanlah dirimu kepadanya
Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakan kamu.

Pabila ia berkata-kata
Engkau percayalah kepadanya
walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu
seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman
kerana sekalipun cinta memahkotakan kamu
Ia juga akan mengorbankan kamu
walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu
ia juga mematahkan ranting-rantingmu
walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi
dan mengusap ranting-rantingmu yang gementar
dalam remang cahaya matahari
ia juga turun ke akar-akarmu
dan menggoncangkannya dari perut bumi

Seperti seberkas jagung
ia akan mengumpulmu untuk dirinya
membantingkanmu sehingga engkau bogel
mengayakkanmu sehingga terpisah kamu dari kulitmu
mengisarkanmu sehingga engkau menjadi putih bersih
mengulimu agar kamu mudah dibentuk
dan selepas itu membakarmu di atas bara api
agar kamu menjadi sebuku roti yang diberkati
untuk hidangan kenduri Tuhanmu yang suci

Semua ini akan cinta lakukan kepadamu
supaya engkau memahami rahsia hatinya
dan dengan itu menjadi wangi-wangian kehidupan
tetapi seandainya di dalam ketakutanmu
engkau hanya mencari kedamaian dan nikmat cinta
maka lebih baiklah engkau membalut dirimu
yang bogel itu
dan beredarlah dari laman cinta yang penuh gelora
ke dunia gersang yang tidak bermusim
di sana engkau akan ketawa
tetapi bukan tawamu
dan engkau akan menangis
tetapi bukan dengan air matamu

Cinta tidak memberikan apa-apa melainkan dirinya
dan tidak mengambil apa-apa melainkan daripada dirinya
cinta tidak mengawal sesiapa
dan cinta tidak boleh dikawal sesiapa
kerana cinta lengkap dengan sendirinya

Dan pabila engkau bercinta
engkau tidak seharusnya berkata
“kejadian adalah hatiku,” sebaliknya berkatalah:
“aku adalah kejadian”

Dan janganlah engkau berfikir
engkau boleh menentukan arus cinta
kerana seandainya cinta memberkatimu
ia akan menentukan arah perjalananmu

Cinta tiada nafsu melainkan dirinya
tetapi seandainya kamu bercinta
dan ada nafsu pada cintamu itu
maka biarlah yang berikut ini menjadi nafsumu;
menjadi air batu yang cair
membentuk anak-anak sungai
yang menyanyikan melodi cinta
pada malam yang gelap gelita
untuk mengenal betapa pedihnya kemesraan
untuk merasa luka kerana engkau kini mengenali cinta
dan rela serta gembira
melihat darah dari lukanya
untuk bangun pada waktu fajar dengan hati yang lega
dan bersyukur untuk satu hari lagi yang terisi cinta
untuk beristirehat ketika matahari remang
untuk mengingati kemanisan cinta yang tidak terperi
untuk kembali ke rumahmu ketika air mati
dengan rasa kesyukuran di dalam hati
dan dalam tidurmu berdoalah untuk kekasihmu
yang bersemadi di dalam hatimu
dengan lagu kesyukuran pada bibirmu

LOVE - A

March 6th, 2008 by cyberwise

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Marks of Identity

January 31st, 2008 by cyberwise

Di depan Kompi, 1 Februari 2008, 1:03
13 Hari sebelum St. Valentinus menyatakan diperingati.(Baca : V-Day)…

Hari ini, hari yang cukup membosankan..
Pengen Nonton Serial Heroes Season 2… DVD 2E nya ga ada, tapi DVD 2F ada ..
Pengen Nonton Avatar : Book Fire … DVD no 12 nya ga ada, malah ada DVD 13 nya..
Rugi gw bayar setengah-setengah sama Adik gw, soalnya bukannya save money buat beli DVD yang blum terbeli, dia malah beli DVD lain pilihannya..
Tapi yah lumayanlah, karena hari ini gw dapat SPU(Surat Penghapusan U***) dari teman gw, cuman modal OMDO(Omong Doank..) Apakah ini rezeki atau just random bad day… Don’t give a f*ck anyway.(Moga2 bahasa Inggrisnya salah).

Tapi hal terekstrim yang terjadi hari ini adalah… 10 Jam lagi gw bakal ujian Struktur Data, tapi satu pun blum gw pelajari. Don’t know why.. Cuman ga pengen memaksa tubuh ini buat melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. (Baca : "Suka2 gw donk kalo ga mau blajar).

Sejujurnya, Belajar(Dalam Konteks Pendidikan) dan Aku, ga pernah cocok. Kalau flashback dari dulu, sejak SMU sampai sekarang… Aku ga pernah ingat kalau aku pernah belajar jika besoknya ada ujian.

Bagaimana dengan Nilai ? Hmm.. pengalamanku dengan nilai tidak pernah baik, tidak pernah baik maksudnya bukan jelek atau diluar standar. Tapi pengalamannya yang tak pernah bagus ketika sudah berhadapan dengan nilai.. Bayangkan saja ada ex-teman SMU yang pernah berkata : "Sudahlah jangan tanya-tanya PR sama aku lagi, nilaimu sudah lebih tinggi dari aku, kita sekarang saingan". Waktu itu, aku dan 3 temanku yang lain, tak sanggup menutup rahang kami(baca : Menganga), ketika dia mengatakan hal itu dengan serius. (FYI, Nilaiku 8,5 dan dia 8 ?)

Kukira setelah di kuliahan, gw tidak akan menemukan hal-hal seperti ini lagi, karena di kuliahan orang lebih dewasa, lebih mengejar ilmu daripada nilai. Tapi ternyata itu hanya perkiraanku, 3 bulan lamanya aku meng-ignore salah satu temanku, karena dia mengeluarkan statement ekstrim seperti ini : "Masa kamu pengen lihat mereka lebih tinggi daripada kita?" Karena dia merasa aku kurang kooperatif dalam mengajar hal yang blum dia tahu. WOW… ga enaknya bawa-bawa aku (KITA ?)..Kalau mau di puncak sendirian ya jangan bawa2 saya donk Ok ? Saya lebih suka di tengah2.. :p

 

So, biarkan aku menutup blog kali ini dengan cerita untuk kesekian kalinya :

STORY STARTS HERE ..
Alkisah di sebuah daerah Tanpa Nama, hiduplah seorang penjahit.  Dia hanya seorang penjahit biasa yang tinggal di gubuk bersama mesin penjahit dan segala pernak-pernik jahitnya, walau skill menjahitnya sangat tinggi, tidak pernah ada satu pikiran pun yang terlintas untuk membuka cabang/waralaba. Karena menjahit baginya adalah hobi, kenikmatan tertinggi, melebihi perasaan apapun di dunia ini.

Setiap jahitannya mengandung nilai estetik yang sangat tinggi sekaligus nilai-nilai kebijaksanaan didalamnya.

Suatu hari Ketekunan, Ketelitian dan Kebijaksanaan Penjahit ini, sampai kepada negeri seberang, Kerajaan Tanpa Nama. Sang Raja sangat tertarik pada sosok penjahit tersebut, dan ingin penjahit ini menenunkan sesuatu hal yang spesial untuknya…
Jadi, sang Raja mengirimkan Kacungnya untuk menyampaikan perintahnya kepada sang Penjahit.
"Titah Kerajaan Tanpa Nama, Kamu diwajibkan untuk membuatkan tenunan untuk sang raja yang sifatnya spesial dan belum pernah ditenunkan untuk orang lain….Hadiah sepantasnya akan diberikan…". teriak Kacung membacakan titah sesampainya di gubuk sang Penjahit
"Letakkan saja titah itu, saya akan buat kalau sempat.." Sang penjahit tidak terlalu menghiraukannya.
Sang Kacung merasa penjahit ini sangat arogan dengan tidak menghiraukan perintah raja, lalu mengintimidasi sang penjahit : "Eh lu ga sayang nyawa lagi coy ? Hai. Penjahit Miskin, kamu tahu sendiri Raja di Kerajaan Tanpa Nama adalah orang yang sangat keras. Peraturan yang dia buat telah memancung banyak kepalam, jadi sebaiknya kamu bersikap baik, jika ingin kepala besarmu masih pada tempatnya…"
"Jadi Raja-mu adalah orang yang sangat menjunjung tinggi peraturan ? Bahkan terhadap keluarganya sendiri ? Anaknya mungkin ?" Jawab sang Penjahit dengan tenang, tidak terintimidasi
"Kepala anak kandung dari selir ke-14 nya, telah menjadi koleksi koridor istana, asal kamu tahu", Sang kacung mencoba mengintimidasi.
"Kalau begitu katakan pada Raja-mu, besok aku akan datang membawakan pesanannya…", kata Sang Penjahit.
Sang penjahit bukan terintimidasi dengan mengatakan hal tersebut, tetapi dia telah merencakan sesuatu yang besar dari informasi kacung tersebut. Malamnya, Sang Penjahit membuat sebuah  jubah "spesial" untuk sang Raja.

Paginya, Sang Penjahit berangkat menunggu di stasiun Busway . Pagi-pagi buta, sang Penjahit memulai perjalanan membawa kotak berisi jubah tersebut dan bekal secukupnya, berharap akan sampai siang harinya. Sang Penjahit menumpang pada pedagang yang memang akan menjual dagangannya ke negeri seberang.

Singkat cerita, sampailah sang Penjahit di istana. Menyambut kedatangan sang Penjahit, Raja menyiapkan karpet merah dan pasukan penyambutan yang cukup meriah. Sang Penjahit hanya berjalan tenang menuju ruang Raja.

"Saya dari negeri seberang, datang membawakan permintaan Tuanku."

Sang Penjahit menyerahkan kotak tersebut kepada kacung Raja untuk diserahkan kepada Raja.

Sang Raja dengan tidak sabar ingin melihat seberapa spesial tenunan yang dibuat oleh Penjahit tersebut. Dengan tergesa-gesa dia melepas tali pengikatnya dan membuka kotak tersebut… Tapi, melihat isi kotak tersebut, muka Sang Raja tiba-tiba merah, kotak yang dipegangnya tampak ter-remas. Sang Kacung tahu bahwa ada hal yang diluar harapan Sang Raja dan Raja sekarang sedang marah, tinggal menungu waktu saja sebelum sang Raja berteriak.

Tiba-tiba, hal itu terjadi.

"Hai Penjahit, apa maksudmu membuatkan jubah untuk anak kecil seperti ini ? Apa kau bermaksud menghinaku ?" Sang raja berteriak dengan kasar sambil mengangkat tinggi-tinggi jubah buatan Penjahit yang ukurannya sangat jauh dari ukuran tubuh raja.

Dengan sangat tenang , Sang Penjahit menjawab : "Saya tidak bermaksud menghina, Tuanku. Saya hanya tidak tahu ukuran yang cocok untuk Tuanku."

"PENJAHIT BERPENGALAMAN SEPERTI KAMU SEHARUSNYA MEMPUNYAI PENGETAHUAN TENTANG UKURAN…" Sang Raja sangat gusar karena sang Penjahit tak merasa bersalah sama
sekali.

"OE RAJA MATIKAN CAPSLOCK KALAU CHATTING.  Baiklah, Tuanku kalau memang Tuanku merasa ada yang harus diperbaiki.. Tapi saya ingin meminta saran kepada Tuanku.." jawab Sang Penjahit.

"Sebutkan pertanyaanmu…", sang Raja masih setengah gusar.

"Jadi Tuan, apa saran Anda ? Haruskah saya menggunting diri Anda untuk mencocokkannya dengan jubah ini ? Atau Haruskah saya menggunting jubah ini agar cocok terhadap Anda…"

Sejak hari itu… Koleksi kepala di koridor Istana tidak pernah bertambah lagi.

End

BLOG dapat Melakukan Character Assasination

August 16th, 2007 by cyberwise

<karena menyangkut nyawa .. blog ini disensor sampai seseorang TAMAT>

Postetatem Obscuri Lateris Nescis

August 8th, 2006 by cyberwise

Ah… What a bad day…

Hari ini banyak yang terjadi, mulai dari lag nya battle.net NewOne sampai ketika buka friendster… Gw di flaming…  Proses  emosi melakukan override terhadap logika pun terjadi. Posting kasar tak terelakkan. Duh..

Yah.. tapi akhirnya.. ketika semua berlalu..Ketika logika kembali mengambil ahli… Semua menjadi jelas.. Sejelas kristal. Gw sudah dewasa.  Tak ada gunanya membesarkan hal2 tidak dewasa seperti itu lagi. Sebagai orang dewasa, gw harus selesaikan ini secara benar. Bukan secara Barbar. (Duh sebenarnya gw pengen balas flaming juga nih..Wakkaka..)

Sebelum blog ini menjadi flaming mode juga. Lebih baik gw membagikan tips meredakan emosi ketika di flaming.. Dalam bentuk cerita Mabok saja karena kalo enggak bisa ngantuk gw nulisnya..Mwakakka?

Story Mode
/*

Di suatu pagi yang cerah… Beberapa mil dari gunung Merapi, Mbah Marijan tampak sudah menyelesaikan mandinya. Di pondoknya, dia sedang menyeduh kopi ‘200 perak dari warung’-nya . Selesai mengaduk, cangkir kopi ‘Motif Wayang’-nya dia bawa keluar teras.
Di lantai teras, sudah tergeletak Koran Daerah yang dilempar Bang Tukang Koran. Seperti biasa Mbah akan duduk di teras membaca koran tersebut,  sambil kadang2 dia menyeruput kopinya.
Beberapa menit membaca, ntah kenapa wajah Mbah Marijan menjadi merah, genggaman tangannya terhadap koran menjadi sangat kuat sehingga akhirnya koran itu hampir terkoyak menjadi dua.
Ternyata… ada artikel yang membuat Mbah sangat emosi.

———————————————————————————————-
BMG : ‘Jangan Percaya Ramalan Mbah Marijan, Mbah Marijan Penipu. Dia sudah pikun’
Isi : BMG menyarankan untuk tidak mempercayai Mbah Marijan… Flaming Flaming Flaming Flaming Flaming Flaming…..
Flaming Flaming Flaming Flaming…..
Flaming Flaming Flaming Flaming…..
Flaming Flaming Flaming Flaming…..
(Dan Seterusnya).
———————————————————————————————-

Saking Marahnya, Getaran emosi Mbah Marijan yang kuat sampai membangunkan Jin yang dipeliharanya. Maklum sebagai Kuncen(Juru Kunci) di Gunung Merapi, energi spiritual Mbah Marijan memang lain dari orang biasanya. Pembicaraan antar Jin dan Mbah pun terjadi..

Jin : ‘Opo toh Mbah? Pagi2 dah marah2? Dunia Ghoib goyang MBah…Meletup entar gunung Merapi."
Mbah Marijan : "Ini, Jin.. BMG asem.. Masa Mbah dibilang tukang tipu, gila, pikun. Wong Edan… Mereka ga tau toh ramalan Mbah sudah pernah menyelamatkan beberapa generasi di kaki Gunung Merapi. Merasa di Flaming aku Jin.’
Jin : ‘Oalah Mbah2.. Gitu aja kok dipikirin. Kita kan sama2 tahu kalau Mbah itu sakti mondroguno’
Mbah Marijan : ‘Tapi aku emosi Jin.. jadi pengen santet orang BMG.’
Jin : ‘Aduh Mbah, Edan kwe, masih pagi Mbah.. Ga bisa lewat nyantet orang.. Kena matahari modar aku Mbah… Gini Mbah kalo mau santet nanti malam aja ya.. Nih Mbah tak pinjemin buku biar reda bentar emosi e’

Lalu Jin itu pun pergi.
Ternyata buku yang dipinjamkan Jin kepada Marijan berjudul ‘How to Control Your Madness’. Dalam hati Mbah, sialan tuh Jin, bahasa Inggris pula. Merasa buku ini berguna untuk menghandle kemarahannya sementara supaya alam Ghoib tak bergetar, Mbah Marijan berdiri dan dengan langkah berat karena masih emosi menuju ke lemari Buku. Sesampainya di lemari buku, Mbah Marijan mengorek-ngorek lemari tersebut. Beberapa menit, akhirnya Mbah menemukan buku yang diinginkannya. Buku itu agak kotor - berdebu pula. Judulnya : ‘Petunjuk Penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Jawa (Inggris - Jawa / Jawa - Inggris ), Edisi Revisi’

Lalu Mbah mulai menerjemahkan halaman awal pelan-pelan ke halaman berikutnya. Karena bingungnya, Mbah menjadi malas menerjemahkan dan mulai membuka-buka dengan sembarang halaman-halaman di buku itu. Mbah terkejut melihat ada yang aneh pada salah satu halaman. Ada coretan-coretan Bahasa Inggris dan teks yang dilingkari. Merasa halaman tersebut berguna, Mbah mulai menerjemahkannya kembali…………..

HASIL TERJEMAHAN

Percakapan ini selalu mengingatkanku untuk kembali ke kondisi Normal….(Tulisan Pulpen)
Murid :
"Guru aku marah sekali hari ini…Seseorang melukai perasaanku"
Guru : " Jika kamu marah karena orang lain melukai perasaanmu, berarti kamu memiliki ‘aku’ dalam dirimu. Hilangkanlah ‘aku’ maka kemarahan pun sirna."
Murid : "Menghilangkan ‘Aku’? Apa maksudnya, Guru?"
Guru : "Begini Muridku, jika kamu masih menyimpan ‘Aku’ dalam dirimu. Maka, kamu akan menjadi sebuah manifestasi dari Materi. Kamu menjadi suatu Benda dalam arti kiasan. Nah, jika kamu adalah benda, maka kamu bisa di lukai atau disakiti. Dengan menghilangkan ‘Aku’, bukankah berarti kamu tidak ada. Yang berarti jika seseorang berusaha melukai perasaanmu, siapa yang harus tersinggung? Karena kamu tidak ada.. Kata-kata atau makian itu hanya akan lewat begitu saja bukan? Karena absennya aku, maka tidak akan ada : ‘aku marah’, ‘aku disakiti’, ‘aku emosi’. Jika dia berkata : ‘Anjing kau’(Misalnya). Siapa yang anjing? Tidak ada aku bukan? Kenapa harus tersinggung? Malah mungkin dia yang seharusnya bingung, dia sedang memarahi siapa? AKu kah? Tidak mungkin, karena kamu(aku) tidak ada…Hilangkanlah aku, maka dunia ini akan damai."

End Of Terjemahan

Mbah Marijan : "Oe Jin malam ini kamu datang ya, kita santet aja BMG.. Buku kamu ga berguna.. Aku Aku AKu.. Ga ngerti Aku"

Jin : "ZzzzzZZzzzzZZzzzzzZzz" (Tertidur Pulas)

*/

End of Story Mode

[Repost] WC2006 with Marijan the Shaman

June 13th, 2006 by cyberwise

Berikut ini adalah wawancara Eksklusif Mbah Marijan,  Sang Juru Kunci Gunung Merapi(Disingkat Mbah) dengan Reporter Salah Satu Televisi Swasta.
————————————

Reporter : "Mbah Marijan, Kalau tadi kita berbicara tentang Gunung Merapi. Kami mau bertanyasedikit tentang Piala Dunia. Menurut Mbah siapa yang bakal menjadi pemenang Piala Dunia 2006 ini ?"

Mbah : "Hmmm… pertanyaan yang sulit Cucuku.. Sebentar…saya kontak dulu dengan Jin setempat untuk mendapatkan Wangsit…" (Menutup Mata sambil membaca Mantra)

5 Menit Berlalu..Karena terlalu lama maka sang Reporter pun memanggilnya.
Reporter : "Mbah, bagaimana Mbah? Sebentar lagi sudah akan sesi Pariwara(iklan-red)

Sang Mbah masih menutup Mata dengan Iler sudah diujung bibir
Mbah : "Hah? Kenapa tadi Cucuku? Saya sempat tertidur 5 menit tadi, untung cucu bangunkan.." (Sang Mbah terkejut dari tidurnya)

Reporter : "Itu Mbah, Ramalan Pemenang Piala Dunia 2006.."(Kesal karena Mbah yang diwawancarainya pikun abis)

Mbah : "Oh iya.. iya.. Maaf2.. Tadi saya sudah kontak dengan Jin setempat, dia berkata bahwa Brazil akan menjadi pemenang lagi tahun ini…"

Reporter : "Wah tampaknya jin-nya Mbah yakin sekali…apakah Mbah menanyakan alasannya?"

Mbah : "Oh.. saya lupa menanyakannya.. sebentar saya kontak dia sekali lagi.."

Reporter : "Baik Mbah, tapi jangan tertidur lagi ya Mbah. "

Reporter : "Nah pemirsa sambil menunggu MBah Marijan menanyakan Jin Setempat, kita saksikan pariwara berikut"

—Iklan—
Anak 1 : Berapa Lapis?
Anak 2 : Ratusan
Anak 1 : Lebih

Anak 1 : Berapa Lapis?
Anak 2 : Ratusan
Anak 1 : Lebih

Anak 1 : Berapa Lapis?
Anak 2 : Ratusan
Anak 1 : Lebih

Suara Bapak2 : "Tango Memang Enak"
–End of Iklan

–Intro Rolls

Reporter : "Ya permirsa kita kembali lagi dalam Wawancara Ekslusif Mengenai -Piala Dunia di Mata Juru Kunci - bersama Mbah Marijan. "

Reporter : "Ya Mbah Marijan bagaimana kata Jin anda tadi? Apakah dia menjelaskan mengapa dia menyebut Brazil sebagai pemenang piala Dunia 2006"

Mbah : "Nah cucuku…(Menarik nafas sekali).. Penjelasannya akan sangat panjang sekali, Mbah pun sedikit2 bingung dengan penjelasannya Jin yang Mbah Kontak, karena kebetulan Jin tersebut menjelaskannya secara Matematika"

Reporter : "Maksud Loh? Ah… Maaf.. Maksud Mbah? Jadi ada Jin yang bisa matematika Mbah? Apa hubungannya Pemenang Piala Dunia dengan Matematika Mbah? Mbah tidak sedang pikun kan? atau mabuk ?"

Mbah : "Jaga mulutmu Cucuku, tidak baik mengatakan orang tua yang tidak2.. Dan jangan menghina Para Jin. Teman2 Jin Mbah terpelajar semua. Ada yang pengacara, Psikolog, Pemain DOTA, bahkan Ilmuwan."

Reporter : "Ah maaf.. tapi coba jelaskan Mbah apa kata Jin yang Mbah Kontak"

Mbah : "Nah begini kata Jin-nya…"

—Flash Back Mode—-
Mbah : "Om Jin, Mbah Reporternya nanya lagi, kenapa kwe bilang e Brazil yang menang?"

Jin : "Wong Edan Reporter e, Masi mau minta penjalasan juga, Gini… Di Piala Dunia ada angka Keramat yaitu 3964(Telung Sewu Songong atus Swidak Empat) Dibaca : Tiga Ratus Enam Puluh Empat.

Mbah : "Maen angka2 toh Jin? Jelasine alon2, entar susah jelasin ke reporter e"

Jin : "Ya..ya… biar kulanjutkan… Nah angka2 ini keramat betul karena -liat ini- coba kwe ingat2 kapan aja Brazil pernah menang di piala Dunia sebelum tahun 2000 an"

Mbah : "Mana ku ingat toh Jin, TV aja gak punya, tiap hari maen Gamelan sama menatap Gunung Merapi aja…"

Jin : "Duh…Mbah2 Modern sikit kenapa toh? Brazil pernah menang taon 1970 dan 1994 sebelum taon 2000. Nah kalo kedua angka itu ditambah jadi Piro Mbah? "

Mbah : "Gak lulus mate aku dulu Jin… Piye toh nanya2 sama orang gak lulus mate"

Jin : "Duh.. Piye toh mbah. Jumlah ne 3964,  Mbah!"

Mbah : "Lah terus…"

Jin : "Nah terus taon kemenangan e Argentina sebelum taon 2000, taon 1986 dan 1978 sebelumnya. Nah kalo di Jumlahkan itu 3964 juga.. Nah tapi belum berakhir Kwe liat lagi taon kemenangan e Jerman sebelum taon 2000, taon 1974 dan taon 1990 kalo dijumlahkan lagi….."

Mbah : "3964…" (Si Embah dengan cepat menjawab dan merasa pintar..)

JIn : "Nah pinter toh Mbah…"

Mbah : "Nah lalu hubungan 3964 sama menangnya Brazil di taon 2006 apa Jin. Tak jelas kwe,entar pamor praktek ku nurun loh.. Cepat Jin, iklan Tango e dah mau habis…"

Jin : "Nah itu dia baru mau kuceritain.. Di Piala dunia terakhir yang menang kan Brazil. Itu tahun 2002. Nah kalo taon 3964 dikurangi 2002 piro Mbah ? "

Mbah : "3964 lagi ?"

Jin : "Duh.. Mampus aku Mbah.. Not Not gamelan aja yang ada diotak kwe, 3964 dikurangi 2002 itu hasil e 1962. Nah terus kita liat lagi taun 1962 yang menang sapa ?"

Mbah : "Brazil ya kayaknya Jin?"

Jin : "Nah itu dia… Brazil menang ditaon 2002, karena 3964 dikurang 2002 hasil e 1962 dimana Brazil menang juga. Jadi itu semacam Cross Reference. Uda ngerti blum Mbah? Aku pun buru2 mau ke Rapat PemeganG Saham Para Jin"

Mbah : "Hah? Kosiperen ? "

Jin : "Duh… iya2 Kosiperen.. Coba itung untuk yang 2006 e, Mbah."

Mbah : "Jadi 3964 kalo dikurangin ke 2006 hasil e(Mbah Berpikir keras)
…Bantu donk Jin!"

Jin : "1958, Mbah. Nah coba liat siapa pemenang Piala Dunia 1958"

Mbah : "Oh.. Brazil… Ngerti aku.. ngerti… Tapi susah mene jelasin ne..Makasih Jin, aku balek dulu ke ragaku"(Sang Juru Kunci kembali ke Badannya dengan Ajian Rogo Sukmo Lvl 99)

—End Of Flash Back—

Mbah : "Begitulah kira2…"

Reporter : "Wah Mbah.. menarik sekali penjelasannya… Sebenarnya kami sangat ingin berbicara lagi Mbah tapi sayang waktu terbatas. Sebelumnya, Terimakasih atas penjelasannya Mbah"

Mbah : "Sama-sama Cucuku."

Reporter : "Nah itulah tadi perbincangan Ekslusif dengan Mbah Marijan. Semoga apa yang diramalkan dapat bisa dijadikan acuan.  Dan 30 Menit wawancara ini telah belangsung, kami harus undur diri dari hadapan anda. Sebelumnya kami ucapkan Terima Kasih. Selamat Malam."

–Credits Rolls–